
Di Apple Store Harga Trade In iPhone,
June 11, 2025

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengumumkan rencana investasi Apple di Indonesia senilai 100 juta Dolar AS atau sekitar Rp 1,58 triliun selama dua tahun.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengungkapkan bahwa proposal dari Apple telah diterima pemerintah sejak 19 November 2024. Dalam siaran pers pada Kamis (21/11/2024), Febri menjelaskan bahwa proposal ini sedang dalam tahap pengkajian lebih lanjut oleh Kemenperin.
“Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Kementerian Perindustrian dalam mengkaji isi proposal yang disampaikan oleh Apple tersebut,” ujar Febri.
Proposal tersebut mencakup berbagai rencana strategis, seperti:
Meski rencana investasi Apple dinilai positif, Kemenperin menilai tawaran tersebut masih belum sepenuhnya memenuhi harapan. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, meminta agar Apple melibatkan industri dalam negeri dalam Global Value Chain (GVC) mereka.
“Hal ini juga akan memberikan dampak positif bagi sektor industri manufaktur di Tanah Air, termasuk menyerap tenaga kerja para industri yang masuk dalam GVC Apple,” ujar Febri.
Langkah ini bertujuan agar perusahaan-perusahaan lokal dapat berpartisipasi dalam rantai produksi global Apple, sehingga meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia di kancah internasional.
Global Value Chain (GVC) adalah sistem produksi global di mana berbagai tahapan produksi barang dilakukan di negara-negara berbeda, bergantung pada keunggulan kompetitif masing-masing. Melalui GVC, Apple dapat meningkatkan efisiensi produksi dengan memanfaatkan kapasitas manufaktur di Indonesia.
Kemenperin berharap agar Apple menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dalam GVC mereka. Dengan melibatkan perusahaan-perusahaan lokal dalam proses produksi seperti pembuatan komponen atau perakitan produk akhir, investasi Apple tidak hanya akan membawa keuntungan finansial bagi negara tetapi juga memacu kemajuan teknologi industri lokal.
Langkah ini sangat relevan untuk mendukung Indonesia menjadi pusat manufaktur regional di kawasan Asia Tenggara.
Sebelumnya, Apple menghadapi tantangan di Indonesia terkait larangan penjualan iPhone 16. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan Apple memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Sebagai upaya memenuhi TKDN, Apple telah berinvestasi melalui fasilitas pelatihan seperti Apple Developer Academy. Namun, nilai investasi tersebut masih kurang dari yang dijanjikan, yaitu sebesar 109,6 juta Dolar AS.
Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Apple Insider, Apple meningkatkan investasi hingga 100 juta Dolar AS, naik signifikan dari rencana awal sebesar 10 juta Dolar AS. Investasi besar ini dilakukan agar Apple dapat memenuhi aturan TKDN dan mencabut larangan penjualan iPhone 16.
Baca Juga: Kemenperin minta Apple lakukan investasi yang adil USD100 jt
Investasi besar Apple diperkirakan akan memberikan berbagai dampak positif bagi perekonomian Indonesia, di antaranya:
Investasi Apple di Indonesia dapat menjadi titik tolak untuk memperkuat hubungan antara perusahaan teknologi global dengan sektor industri lokal. Melalui Global Value Chain, perusahaan-perusahaan lokal diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk mereka hingga memenuhi standar internasional.
Sebagai contoh, pabrik komponen mesh AirPods Max yang akan dibangun di Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat produksi penting dalam GVC Apple. Selain itu, pengembangan pusat pelatihan teknologi seperti Apple Developer Academy juga memungkinkan Indonesia mencetak talenta baru yang siap bersaing di level global.
Meskipun menjanjikan, beberapa tantangan masih harus diselesaikan, seperti:
Pemerintah terus mendorong Apple agar tidak hanya memenuhi persyaratan investasi, tetapi juga berkomitmen pada peningkatan kapasitas dan keberlanjutan industri lokal.
Pemerintah berharap investasi ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk mencabut larangan penjualan iPhone, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi ekonomi dan industri Indonesia.
“Kami optimis, jika Apple benar-benar melibatkan industri dalam negeri, dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian nasional,” ujar Febri menutup keterangannya.
© Candra Apple Solution. All Rights Reserved by CAPS
Follow Us